Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki
Mami, Kau Adalah Orangtua, Teman Sekaligus Manajerku. Kau selalu ada dikala aku senang maupun susah. Kau selalu membimbing Aku selama hidupku. Kau selalu memacu smangat Ku, disaat Aku “Down“. Kau membangkitkan semangatku disaat aku terlalu melankolis. Kau pula yang selalu mengingatkan Aku, bila Aku terlalu geek dengan hobiku. Kau juga yang mengingatkan Aku disaat Aku terlalu idealis, Kau mengatakan pada Aku, bahwa hidupku bukan untuk Aku seorang, tetapi hidupku untuk orang banyak, jadi Aku tidak bisa terlalu egois dengan idealisme Aku.
Engkau bagaikan teman terbaik untukku. Engkau selalu tahu apa yang Aku lakukan hingga hal-hal yang kecil. Engkau pun tahu seberapa banyak teman-teman Aku. Engkau juga tahu tentang semua perjalanan cintaku dengan anak manusia. Engkau selalu mau mendengarkan “curhat” Aku. Engkau pun bisa menjadi perantara Allah dalam memberikan jalan keluar terhadap semua masalahku. Walaupun pendidikan Kamu tidak setinggi Aku, tapi Aku tetap membutuhkanmu. Biarpun, dengan begini Aku di cap sebagai “Anak Mami”. Tapi aku bangga dengan cap itu. Karena memang sudah sepatutnya seorang anak menjadi “Anak Mami” bukan “Anak Tetangga”.
Engkau juga adalah manajerku. Engkau yang menjadi perantara Allah untuk memberikan jawaban terhadap semua proyek-proyek Aku. Disaat Aku mendapat penghasilan dari Proyek, Engkau pula yang selalu menjadi “Bank” untuk tempat menyimpan hasil-hasil proyekku. Engkau juga yang bisa mengelola keuanganku. Engkau juga bisa mengingatkan Aku, disaat aku “ngoyo” dengan proyekku. Engkau pula yang menjadi sumber insprasi dalam menyelesaikan proyek-proyek Aku.
Engkau begitu sempurna, di mataku Kau begitu Indah, Kau adalah darahku, jantungku dan hidupku. Engkau adalah anugerah terindah yang pernah Kumiliki. Mami, maafkan Aku jika Aku belum bisa menjadi seperti yang Mami inginkan. Maafkan, Aku jika Aku pernah melawan Kamu. Maafkan Aku, atas Ketidakpahaman Diriku terhadap Kamu. Maafkan, atas segala kesalahan yang pernah Aku buat dengan Mu. Mami, jangan tinggalkan Aku, Aku masih butuh banyak bimbingan, semangat Kamu.
Terima kasih Aku ucapkan untuk Mami, atas bimbingan, semangat, peringatan dan semua yang telah Mami perbuat untuk Aku. Aku tahu Mami selalu berbuat yang terbaik untuk anak-anak nya.
I’m glad for having U. I hope U glad for having Me too.
Filed under: Aktifitas


tidak akan pernah terbalas kebaikan ibu kita, walaupun kita kasih gunung emas sebesar apapun. Perlu diingat, ibu selalu berkorban dan tidak hitung2an untuk anaknya, akan tetapi anak biasanya kurang berkorban dan hitung2an untuk ibunya. Mudah2 an kita tidak seperti ini.
Iya bener gi, Mudah2 gw selalu bisa berkorban dan tidak hitungan2 sama ibu gw. thx atas muhasabahnya gi
Asw…
Ingatlah bahwa cinta ibu itu sepanjang masa….dan cintanya tidak akan pernah tergantikan oleh apapun…Bahagiakanlah ibu qta selagi dia masie ada disamping qta…ini juga nasehat juga buat aq sendiri…
Wah om, saya sangat setuju dengan apa yang ungkapkan diatas. Mudah2an kasih sayang ALLAH selalu tercurah untuk ibu kita, amiin…
Tapi aku bangga dengan cap itu. Karena memang sudah sepatutnya seorang anak menjadi “Anak Mami” bukan “Anak Tetangga”.
, itu satu kutipan yg luar biasa, bener daripada anak tetangga ha..ha..ha..ha… 

gendut, gendut puitis banget sih kamu … muach
wuidih mantabs postingannya,,,huehehe
jd inget emak dirumah,,,huhuhu
@dedyeuy
Baru tau ya kalo gw orangnya puitis :-p
Seneng banget, tulisan gw bisa menggugah hati temen2 gw.